Archive for the ‘Deck Dept’ Category

GENERAL PROVISION P2TL

Posted: August 23, 2012 in Deck Dept
GENERAL PROVISION

A. for the purpose of the convention, unles expressly provided otherwise:

1. Regulation means regulations contained inthe annex to the convention.

2. approved means aproved by the party in accordance with these regulation.

3. master means the person having command oe aship.

4. oeeicer neans a nenber of the crew, other than the master, designated as suck by national low or regulation, by collective aqreement or custom.

5. deck officer means an oeeicer qualived in accordace with the provision oe capter II oe the convension.

6. chie mate officer next in rank to the master and upon whom the command of the ship will fall in the event oe the incapacity ofthe master.

7. enginer officer means an officer qualified anccordance with the provision of chapter III of the convention.

8. chief engineer officer responsible for the mechanical propuision and the operation and the operation and maintenance oe the mechanichal and electrcal installations of the ship.

9. second engineer officer means engineer officer next in rank to the chief engineer officer and ipon whom the responsibility for the mechanical propuisiom and maintenace of the mechanical and electrical installation of the ship will full in the event of the incapanity of the chif engineer officer.

10. assistant engineer officer means a person under training to bicome an engineer an designated as such by national low or regulations.

11. radio operator means a person holding an appropriate certificate issued or recognized by the administration under the provions of the radio regulation.

12. rating means a member of the ships crew other than master or an officer.

13. near coastal voyages means vayages in the vicinity of a party as defined by the party.

14. propultion power means the totalmaximum continous rated out put power in kilowatts oe all the ships main propultion machinery which appears on the ships certificate of registery or other official doment.

15. radio duties include asia appropriate watch keeping and technical maintance and repairs concluded in accordance with the radio regulations, the international convension for the safety of life at sea and at the descreation of each administration, the relevant recommendations of the organitation.

16. oil tanker means a ship constructed and used for the carrage of the petroleum and products in bulk.

17. chemical tanker means a ship constructed of adapted and used for the cornage in bulk of any liquid preduct listed in chapter 17 of the international bulk chemical code.

18. hiquieid gas tanker means a ship constructed or adapted and used for the corriage in bulk of any liquefied gas other product listed in chapter 19 of the international gas carrier code:

19. Ro-ro passenger ship means a passenger ship with ro-ro corgo spaces or spesial categary spaces as defined in the international comention for the safety of life at sea 1974, as aman ded.

20. month means a catendar month or 30 days made up of periode of less than one month.

21. STCW code means the seafarers training, cartification and wacthkeeping (STCW) code as adapted by the 1995 conference resolution 2. at it may by amamded.

22. funation means a group of tasks, duties and respomsibilities, as specified in the STCW code necessary for ship operation, safety of life at sea or the marine environment.

23. company means the owner of the ship or any other organzation or person such as the manager, or the borboat charterer who has assumed the responsibility for operation of the ship from the shipow ner and who, on assuming such respon sibility, has agreed to take over all the duties and responsibilities imposed on the company by these regulation.

24. appropriate certificare means a cartificate issued and enaused in accardance with the provition of this annex and entithing the lowful the lower holder thereof to serve in the capacity and perform the functions involved at the lovel. of responsibility specified therain one ship of the type, tonnage power and means or porpultion concerned while engaged on the porticular voyage concerned.

MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA

KETENTUAN UMUM A.

untuk tujuan konvensi, unles tegas diberikan othervise:

1. Peraturan berarti peraturan yang terkandung inthe lampiran ke konvensi.

2. berarti aproved disetujui oleh pihak sesuai dengan peraturan ini.

3. master berarti orang yang memiliki perintah aship oe.

4. oeeicer neans sebuah nenber dari kru, selain master, ditunjuk sebagai mengisap oleh rendah atau peraturan nasional, oleh kolektif aqreement atau kustom.

5. mualim berarti oeeicer qualived dalam accordace dengan ketentuan oe oe capter II yang convension.

6. perwira mate chie berikutnya dalam peringkat ke master dan kepada siapa perintah kapal akan jatuh dalam acara oe ofthe ketidakmampuan guru.

7. enginer perwira berarti seorang perwira berkualitas anccordance dengan ketentuan Bab III dari konvensi.

8. chief engineer petugas yang bertanggung jawab atas propuision mekanis dan operasi dan operasi dan pemeliharaan oe electrcal yang Mechanichal dan instalasi dari kapal.

9. insinyur kedua pejabat berarti perwira insinyur peringkat berikutnya untuk chief engineer officer dan Ipon siapa tanggung jawab untuk propuisiom mekanik dan Maintenace dari mekanik dan instalasi listrik kapal akan penuh dalam peristiwa di dalam incapanity dari perwira insinyur chif.

10. asisten perwira insinyur berarti orang di bawah pelatihan untuk bicome insinyur yang ditunjuk seperti itu oleh rendah atau peraturan nasional.

11. operator radio berarti orang yang memegang sertifikat yang sesuai yang dikeluarkan atau diakui oleh pemerintah di bawah radio provions peraturan.

12. rating berarti anggota awak kapal selain master atau seorang perwira.

13. dekat pantai perjalanan berarti vayages di sekitar pesta seperti yang didefinisikan oleh partai.

14. propultion kekuasaan berarti nilai terus-menerus keluar totalmaximum menempatkan kekuasaan di kilowatt oe semua mesin kapal propultion utama yang muncul pada sertifikat kapal registery atau doment resmi lainnya.

15. tugas radio asia termasuk menonton tepat menjaga dan teknis menyimpulkan pemeliharaan dan perbaikan sesuai dengan peraturan radio, convension internasional untuk keselamatan hidup di laut dan di setiap descreation administrasi, rekomendasi yang relevan dari Organisasi. 16. tanker minyak berarti kapal yang dibangun dan digunakan untuk carrage minyak bumi dan produk dalam jumlah besar.

17. tanker kimia berarti kapal yang dibangun dari diadaptasi dan digunakan untuk sebagian besar cornage di preduct cairan apa pun yang tercantum dalam bab 17 dari kode kimia curah internasional.

18. tangki gas hiquieid berarti kapal yang dibangun atau diadaptasi dan digunakan untuk sebagian besar corriage dalam gas cair setiap produk lain yang tercantum dalam bab 19 dari kode pembawa gas internasional:

19. Ro-ro penumpang kapal berarti sebuah kapal penumpang ro-ro dengan spasi atau spesial corgo ruang categary sebagaimana didefinisikan dalam comention internasional untuk keselamatan hidup di laut 1974, sebagai DED aman.

20. catendar bulan berarti bulan atau 30 hari terdiri dari periode kurang dari satu bulan.

21. Kode STCW berarti pelatihan pelaut, cartification dan wacthkeeping (STCW) kode sebagai diadaptasi oleh konferensi tahun 1995 resolusi 2. hal itu mungkin oleh amamded.

22. funation berarti kelompok tugas, tugas dan respomsibilities, sebagaimana ditentukan dalam Kode STCW diperlukan untuk operasi kapal, keamanan kehidupan di laut atau lingkungan laut.

23. berarti perusahaan pemilik kapal atau organzation atau orang lain seperti manajer, atau borboat menyewa yang telah mengambil tanggung jawab untuk pengoperasian kapal dari shipow ner dan yang, dengan asumsi seperti respon sibility, telah setuju untuk mengambil alih semua tugas dan tanggung jawab yang dikenakan pada perusahaan dengan peraturan ini.

24. certificare tepat berarti cartificate dikeluarkan dan enaused di accardance dengan oe provition lampiran ini dan entithing para pemegang lowful bawah daripadanya untuk melayani dalam kapasitas dan melakukan fungsi-fungsi yang terlibat di lovel. tanggung jawab tertentu therain satu kapal tipe, tonase kekuatan dan berarti atau porpultion bersangkutan ketika terlibat di pelayaran porticular bersangkutan.

ILMU PELAYARAN DATAR

Posted: August 23, 2012 in Deck Dept

Image

BENTUK: bumi adalah suatu benda yang bergerk bebas di ruang angkasa dan brbentuk bola yang mengitari dan berputar pada porosnya satu kali putaran dalam jangka waktu 23 jam 56 menit 4 detik

Bukti dari bola :

melengkung dalam arah utara dan selatan
melengkung dalam arah timur dan barat
apabila kita mendekati suatu benda maka yang nampak terlebih dahulu adalah bagian atasnya kemudian bagian-bagian bawahnya
di tengah laut, batas bagian yang nampak dari permukaan bumi berbentuk sebagai lingkaran.
Bagian bumi yang nmapak menjadi semakin besar, jika si penilik berada semakan tinggi
Pada waktu terjadi gerhana bulan, terlihat bahwa bayangan bimi di bulan berbentuk bulat/ lingkaran
Apabila orang berjalan lurus dengan arah yang tetap maka ia akan tiba kembali ke arah semula
Dari hasil pemotretan satalit juga membuktikan bahwa bumi memang berbentuk bulat.

Devinisi-devinisi lingkaran di bumi:

poros bumi: garis menengah bola berputar dalam satu hari atau jalan sebuah garis melalui pusat bumi yang juga sumber putaran bumi. Poros bumi memotong permukaan bumi padatempat yaitu kutub utara dan kutub selatan
kutub-kutub: ailah titik potong poros bumi dengan permukaan bumi
katulistiwa: lingkaran besar pada jarak 90 derajah tegak lurus dari kutub-kutub. Irisan permukaan bumi dengan bidang yang melalui titik pusat bumi tegak lurus poros bumi
lingkaran besar: lingkaran yang menjadi bola menjadi 2 bagian yang sama besar. Titik pusat lingkaran berimpit dengan titik pusat bola.
lingkaran kecil: ialah lingkaran yang membagi bola yang menjadi 2 bagian yang tidak sama besar. Titik pusar lingkaran tidak berimpit dengan titik puat bola.
jajar: adalah lingkaran kecil yang sejajar dengan katulistiwa
derajah: lingkaran-lingkaran yang melalui kutub utara dan kutub selatan
kutub utara: kutub yang mengarah kesebelah utara.
kutub selatan: kutub yang mengarah kearah selatan
lingkaran bujur: sebagian derajah dari kutub sampai kutub
derajah nol :lingkaran bujur yang melalui kota greenwich

UKURAN BUMI

ukuran bumi di tentukan dengan jalan:
pengukuran derajah: ialah mengukur panjang derajat yang ada di bumi

adapun pengukuran terdiri dari:

bagian astrononomis: menentukan delta lintang antara 2 buah titik pada derajah yang sama
bagian bumiawi: menentukan jarak, antara 2 titik tersebut caranya dengan jalan mengukur langsung sebuah garis lurus tertentu (basis) dan selanjutnya dengan mengukur segitiga(triangulasi).

Download Modulnya Klik In here

PENANGANAN DAN PENGATURAN MUATAN

Posted: August 23, 2012 in Deck Dept

Image

PENANGANAN DAN PENGATURAN MUATAN
Melindungi Muatan
Dalam proses pengiriman muatan dari suatu tempat ke tempat yang lain bahkan dari suatu benua menuju benua yang lain perlu memperhatikan muatan yang dibawa diatas kapal tersebut. Hal ini merupakan tanggung jawab semua crew yang berada di atas kapal tersebut,terutama crew yang berada di atas deck. Selain itu,keuntungan memperhatikan muatan yang dibawa adalah supaya konsumen atau dalam istilah pelayaran disebut sebagai CARRIER akan merasa puas sehingga keuntungan perusahaan pelayaran yang mengirimkan kapal tersebut akan memperoleh kepercayaan yang tinggi dan tentu saja memperoleh keuntungan yang besar.

Berikut hal-hal yang dapat menyebabkan kerusakan muatan :
Keringat Muatan, maksudnya muatan mengalami penguapan karena kondisi di dalam kapal yang panas
Kebocoran atau Kebasahan Dari Muatan Lain, maksudnya ada muatan yang mengalami kebocoran sehingga kebocoran tersebut membasahi muatan lain sehingga merusak muatan yang terkena kebocoran muatan lain tersebut
Pergesekan Dengan Kulit atau Badan Kapal, maksudnya muatan tersebut bergesekan secara langsung bahkan berbenturan dengan dinding kapal sehingga muatan tersebut tergores dan rusak
Pergesekan Dengan Muatan Lain, maksudnya muatan satu dengan muatan yang lainnya saling bergesekan dan berbenturan sehingga muatan-muatan tersebut mengalami kerusakan
Penanganan Muatan Yang Kurang Baik, maksudnya cara penataan muatan-muatan tersebut tidak profesional sesuai dengan tata cara yang dianjurkan hingga muatan berada dalam posisi yang salah sehingga berakibat kerusakan pada muatan tersebut
Pengaruh Muatan Lainnya, maksudnya ada muatan yang menimbulkan bau tak sedap sehingga mempengaruhi kualitas muatan lainnya
Penaggasan, maksudnya ada muatan yang muadah panas seperti karbit yang dapat merusak muatan lainnya apabila tidak ditangani dengan cermat dan benar
Pencurian, maksudnya muatan yang diangkut oleh kapal tersebut dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan muatan :
Penggunaan Penerapan (Dunnage), yaitu penggunaan alat-alat yang dapat melindungi muatan baik itu dengan dinding kapal maupun dengan muatan lainnya. Misalnya penggunaan Balok,Papan,Tikar,Baji,Bambu muat,Kertas,Terpalin,Plastik
Pengikatan Dan Pengamanan (Lashing And Securing), yaitu muatan harus diikat dengan kuat sehaingga muatan dalam kapal tersebut benar-benar aman
Pemberian Ventilasi, yaitu pemberian lubang sirkulasi udara sehingga pergantian udara di dalam geladak yang berisi muatan selalu segar supaya tidak meyebabkan panas
Pemisahan Muatan, yaitu memisahkan muatan yang berbeda. Misalnya muatan lunak dipisah dengan muatan keras,muatan berbau tajam dipisahkan dengan muatan yang tidak menimbulkan bau tak sedap
Perencanaan Yang Prima, yaitu persiapan yang mantap sebelum kapal pergi meninggalkan pelabuhan untuk mengirimkan muatan tersebut
Demikian hal-hal yang harus diperhatikan oleh crew kapal ketika mengangkut dan mengirimkan muatan sehingga muatan yang dikirimkan aman dan selamat sampai tempat tujuan bmuatan tersebut dikirimkan.

ILMU PELAYARAN ASTRONOMI

Posted: August 23, 2012 in Deck Dept

Image

Astronomi, yang secara etimologi berarti “ilmu bintang” (dari Yunani: άστρο, + νόμος), adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar Bumi dan atmosfernya. Ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi), juga proses yang melibatkan mereka.

Selama sebagian abad ke-20, astronomi dianggap terpilah menjadi astrometri, mekanika langit, dan astrofisika. Status tinggi sekarang yang dimiliki astrofisika bisa tercermin dalam nama jurusan universitas dan institut yang dilibatkan di penelitian astronomis: yang paling tua adalah tanpa kecuali bagian ‘Astronomi’ dan institut, yang paling baru cenderung memasukkan astrofisika di nama mereka, kadang-kadang mengeluarkan kata astronomi, untuk menekankan sifat penelitiannya. Selanjutnya, penelitian astrofisika, secara khususnya astrofisika teoretis, bisa dilakukan oleh orang yang berlatar belakang ilmu fisika atau matematika daripada astronomi.

Astronomi Bulan: kawah besar ini adalah Daedalus, yang dipotret kru Apollo 11 selagi mereka mengedari Bulan pada 1969. Ditemukan di tengah sisi gelap bulan Bumi, garis tengahnya sekitar 93 km
Astronomi adalah salah satu di antara sedikit ilmu pengetahuan di mana amatir masih memainkan peran aktif, khususnya dalam hal penemuan dan pengamatan fenomena sementara. Astronomi jangan dikelirukan dengan astrologi, ilmusemu yang mengasumsikan bahwa takdir manusia dapat dikaitkan dengan letak benda-benda astronomis di langit. Meskipun memiliki asal-muasal yang sama, kedua bidang ini sangat berbeda; astronom menggunakan metode ilmiah, sedangkan astrolog tidak.

Cabang-cabang astronomi
Astronomy dipisahkan ke dalam cabang. Perbedaan pertama di antara ‘teoretis dan observational’ astronomi. Pengamat menggunakan berbagai jenis alat untuk mendapatkan data tentang gejala, data yang kemudian dipergunakan oleh teoretikus untuk ‘membuat’ teori dan model, menerangkan pengamatan dan memperkirakan yang baru.

Bidang yang dipelajari juga dikategorikan menjadi dua cara yang berbeda: dengan ‘subyek’, biasanya menurut daerah angkasa (misalnya Astronomi Galaksi) atau ‘masalah’ (seperti pembentukan bintang atau kosmologi); atau dari cara yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi (pada hakekatnya, daerah di mana spektrum elektromagnetik dipakai). Pembagian pertama bisa diterapkan kepada baik pengamat maupun teoretikus, tetapi pembagian kedua ini hanya berlaku bagi pengamat (dengan tak sempurna), selama teoretikus mencoba menggunakan informasi yang ada, di semua panjang gelombang, dan pengamat sering mengamati di lebih dari satu daerah spektrum.

Berdasarkan subyek atau masalah

Astronomi Planet, atau Ilmu Pengetahuan Planet: setan debu Mars. Dipotret oleh NASA Global Surveyor di orbit Mars, coret gelap yang panjang terbentuk oleh gerakan gumpalan atmosfer Mars yang berputar-putar (dengan kesamaan ke angin tornado darat). Setan debu (tempat hitam) mendaki tembok kawah. Coret di setengah tangan benar gambar adalah bukit pasir di lantai kawah.
Astrometri: penelitian posisi benda di langit dan perubahan posisi mereka. Mendefinisikan sistem koordinat yang dipakai dan kinematika dari benda-benda di galaksi kita.
Kosmologi: penelitian alam semesta sebagai seluruh dan evolusinya.
Fisika galaksi: penelitian struktur dan bagian galaksi kita dan galaksi lain.
Astronomi ekstragalaksi: penelitian benda (sebagian besar galaksi) di luar galaksi kita.
Pembentukan galaksi dan evolusi: penelitian pembentukan galaksi, dan evolusi mereka.
Ilmu planet: penelitian planet dan tata surya.
Fisika bintang: penelitian struktur bintang.
Evolusi bintang: penelitian evolusi bintang dari pembentukan mereka sampai akhir mereka sebagai bintang sisa.
Pembentukan bintang: penelitian kondisi dan proses yang menyebabkan pembentukan bintang di dalam awan gas, dan proses pembentukan itu sendiri.
Juga, ada disiplin lain yang mungkin dipertimbangkan sebagian astronomi:

Arkheoastronomi
Astrobiologi
Astrokimia
Lihat daftar topik astronomi untuk daftar halaman yang berhubungan dengan astronomi yang lebih lengkap.

Cara-cara mendapatkan informasi
Dalam astronomi, informasi sebagian besar didapat dari deteksi dan analisis radiasi elektromagnetik, foton, tetapi informasi juga dibawa oleh sinar kosmik, neutrino, dan, dalam waktu dekat, gelombang gravitasional (lihat LIGO dan LISA). Pembagian astronomi secara tradisional dibuat berdasarkan rentang daerah spektrum elektromagnetik yang diamati:

Astronomi optikal menunjuk kepada teknik yang dipakai untuk mengetahui dan menganalisa cahaya pada daerah sekitar panjang gelombang yang bisa dideteksi oleh mata (sekitar 400 – 800 nm). Alat yang paling biasa dipakai adalah teleskop, dengan CCD dan spektrograf.
Astronomi inframerah mengenai deteksi radiasi infra merah (panjang gelombangnya lebih panjang daripada cahaya merah). Alat yang digunakan hampir sama dengan astronomi optik dilengkapi peralatan untuk mendeteksi foton infra merah. Teleskop Ruang Angkasa digunakan untuk mengatasi gangguan pengamatan yang berasal dari atmosfer.
Astronomi radio memakai alat yang betul-betul berbeda untuk mendeteksi radiasi dengan panjang gelombang mm sampai cm. Penerimanya mirip dengan yang dipakai dalam pengiriman siaran radio (yang memakai radiasi dari panjang gelombang itu).
Lihat juga Teleskop Radio.

Astronomi energi tinggi

Astronomi Ekstragalaktik: lensa gravitasi. Gambar dari Teleskop Ruang Angkasa Hubble ini menunjukkan beberapa obyek yang terbentuk dengan putaran yang biru yang sebetulnya adalah beberapa tampilan dari galaksi yang sama. Mereka sudah digandakan oleh efek lensa gravitasi kelompok galaksi yang berwarna kuning, bulat panjang dan spiral di dekat pusat foto. Pelensaan gravitasi dihasilkan oleh bidang gravitasi kelompok yang luar biasa masif sehingga mampu melengkungkan cahaya. Beberapa akibatnya adalah memperbesar ukuran obyek yang dilensakan, menjadikan terang dan mengubah tampilan benda yang lebih jauh.
Astronomi optik dan radio bisa dilakukan di observatorium landas bumi, karena atmosfer transparan pada panjang gelombang itu. Cahaya infra merah benar-benar diserap oleh uap air, sehingga observatorium infra merah terpaksa ditempatkan di tempat kering yang tinggi atau di angkasa.

Atmosfer kedap pada panjang gelombang astronomi sinar-X, astronomi sinar-gamma, astronomi ultra violet dan, kecuali sedikit “jendela” dari panjang gelombang, astronomi infra merah jauh, oleh sebab itu pengamatan bisa dilakukan hanya dari balon atau observatorium luar angkasa.

Sejarah Singkat Tentang Astronomi
Pada bagian awal sejarahnya, astronomi memerlukan hanya pengamatan dan ramalan gerakan benda di langit yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Rigveda menunjuk kepada ke-27 rasi bintang yang dihubungkan dengan gerakan matahari dan juga ke-12 Zodiak pembagian langit. Yunani kuno membuatkan sumbangan penting sampai astronomi, di antara mereka definisi dari sistem magnitudo. Alkitab berisi sejumlah pernyataan atas posisi tanah di alam semesta dan sifat bintang dan planet, kebanyakan di antaranya puitis daripada harfiah; melihat Kosmologi Biblikal. Pada tahun 500 M, Aryabhata memberikan sistem matematis yang mengambil tanah untuk berputar atas porosnya dan mempertimbangkan gerakan planet dengan rasa hormat ke matahari.

Penelitian astronomi hampir berhenti selama abad pertengahan, kecuali penelitian astronom Arab. Pada akhir abad ke-9 astronom Muslim al-Farghani (Abu’l-Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Kathir al-Farghani) menulis secara ekstensif tentang gerakan benda langit. Karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin di abad ke-12. Pada akhir abad ke-10, observatorium yang sangat besar dibangun di dekat Teheran, Iran, oleh astronom al-Khujandi yang mengamati rentetan transit garis bujur Matahari, yang membolehkannya untuk menghitung sudut miring dari gerhana. Di Parsi, Umar Khayyām (Ghiyath al-Din Abu’l-Fath Umar ibn Ibrahim al-Nisaburi al-Khayyami) menyusun banyak tabel astronomis dan melakukan reformasi kalender yang lebih tepat daripada Kalender Julian dan mirip dengan Kalender Gregorian. Selama Renaisans Copernicus mengusulkan model heliosentris dari Tata Surya. Kerjanya dipertahankan, dikembangkan, dan diperbaiki oleh Galileo Galilei dan Johannes Kepler. Kepler adalah yang pertama untuk memikirkan sistem yang menggambarkan dengan benar detail gerakan planet dengan Matahari di pusat. Tetapi, Kepler tidak mengerti sebab di belakang hukum yang ia tulis. Hal itu kemudian diwariskan kepada Isaac Newton yang akhirnya dengan penemuan dinamika langit dan hukum gravitasinya dapat menerangkan gerakan planet.

Bintang adalah benda yang sangat jauh. Dengan munculnya spektroskop terbukti bahwa mereka mirip matahari kita sendiri, tetapi dengan berbagai temperatur, massa dan ukuran. Keberadaan galaksi kita, Bima Sakti, dan beberapa kelompok bintang terpisah hanya terbukti pada abad ke-20, serta keberadaan galaksi “eksternal”, dan segera sesudahnya, perluasan Jagad Raya dilihat di resesi kebanyakan galaksi dari kita.

Kosmologi membuat kemajuan sangat besar selama abad ke-20, dengan model Ledakan Dahsyat yang didukung oleh pengamatan astronomi dan eksperimen fisika, seperti radiasi kosmik gelombang mikro latar belakang, Hukum Hubble dan Elemen Kosmologikal. Untuk sejarah astronomi yang lebih terperinci, lihat sejarah astronomi.

Astronomi di Indonesia
Masyarakat tradisional
Seperti kebudayaan-kebudayaan lain di dunia, masyarakat asli Indonesia sudah sejak lama menaruh perhatian pada langit. Keterbatasan pengetahuan membuat kebanyakan pengamatan dilakukan untuk keperluan astrologi. Pada tingkatan praktis, pengamatan langit digunakan dalam pertanian dan pelayaran. Dalam masyarakat Jawa misalnya dikenal pranatamangsa, yaitu peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam, dan umumnya berhubungan dengan tata letak bintang di langit.

Nama-nama asli daerah untuk penyebutan obyek-obyek astronomi juga memperkuat fakta bahwa pengamatan langit telah dilakukan oleh masyarakat tradisional sejak lama. Lintang Waluku adalah sebutan masyarakat Jawa tradisional untuk menyebut tiga bintang dalam sabuk Orion dan digunakan sebagai pertanda dimulainya masa tanam. Gubuk Penceng adalah nama lain untuk rasi Salib Selatan dan digunakan oleh para nelayan Jawa tradisional dalam menentukan arah selatan. Joko Belek adalah sebutan untuk Planet Mars, sementara lintang kemukus adalah sebutan untuk komet. Sebuah bentangan nebula raksasa dengan fitur gelap di tengahnya disebut sebagai Bimasakti.

Masa modern
Pelaut-pelaut Belanda pertama yang mencapai Indonesia pada akhir abad-16 dan awal abad-17 adalah juga astronom-astronom ulung, seperti Pieter Dirkszoon Keyser dan Frederick de Houtman. Lebih 150 tahun kemudian setelah era penjelajahan tersebut, misionaris Belanda kelahiran Jerman yang menaruh perhatian pada bidang astronomi, Johan Maurits Mohr, mendirikan observatorium pertamanya di Batavia pada 1765. James Cook, seorang penjelajah Inggris, dan Louis Antoine de Bougainville, seorang penjelajah Perancis, bahkan pernah mengunjungi Mohr di observatoriumnya untuk mengamati transit Planet Venus pada 1769[1].
Ilmu astronomi modern makin berkembang setelah pata tahun 1928, atas kebaikan Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang pengusaha perkebunan teh di daerah Malabar, dipasang beberapa teleskop besar di Lembang, Jawa Barat, yang menjadi cikal bakal Observatorium Bosscha, sebagaimana dikenal pada masa kini.

Penelitian astronomi yang dilakukan pada masa kolonial diarahkan pada pengamatan bintang ganda visual dan survei langit di belahan selatan ekuator bumi, karena pada masa tersebut belum banyak observatorium untuk pengamatan daerah selatan ekuator.

Setelah Indonesia memperoleh kemerdekaan, bukan berarti penelitian astronomi terhenti, karena penelitian astronomi masih dilakukan dan mulai adanya rintisan astronom pribumi. Untuk membuka jalan kemajuan astronomi di Indonesia, pada tahun 1959, secara resmi dibuka Pendidikan Astronomi di Institut Teknologi Bandung.

Pendidikan Astronomi di Indonesia secara formal dilakukan di Departemen Astronomi, Institut Teknologi Bandung. Departemen Astronomi berada dalam lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan secara langsung terkait dengan penelitian dan pengamatan di Observatorium Bosscha.

Lembaga negara yang terlibat secara aktif dalam perkembangan astronomi di Indonesia adalah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Selain pendidikan formal, terdapat wadah informal penggemar astronomi, seperti Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, serta tersedianya planetarium di Taman Ismail Marzuki, Jakarta yang selalu ramai dipadati pengunjung.

Perkembangan astronomi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat, dan mendapat pengakuan di tingkat Internasional, seiring dengan semakin banyaknya pakar astronomi asal Indonesia yang terlibat dalam kegiatan astronomi di seluruh dunia, serta banyaknya siswa SMU yang memenangi Olimpiade Astronomi Internasional maupun Olimpiade Astronomi Asia Pasific.

Demikian juga dengan adanya salah seorang putra terbaik bangsa dalam bidang astronomi di tingkat Internasional, yaitu Profesor Bambang Hidayat yang pernah menjabat sebagai vice president IAU (International Astronomical Union).

ILMU PELAYARAN ASTRONOMI

Posted: August 23, 2012 in Deck Dept

Image

ILMU PELAYARAN ASTRONOMI

Ilmu Astronomi adalah ilmu yang mempelajari gerakan sifat dan karakteristik serta tempat dan kedudukan benda angkasa.

Ilmu Pelayaran astronomi adalah Ilmu yang mempelajari penentuan posisi kapal dengan bantuan pengukuran tinggi benda angkasa.

Istilah-istilah dalam Ilmu Pelayaran astronomi:

Tinggi sejati adalah busur lingkaran tegak yang melalui benda angkasa antara cakrawala sejati dan titik pusat benda angkasa.
Tepi langit maya adalah batas bagian permukaan bumi yang masih terlihat oleh penilik.
Cakrawala setempat adalah bidang melalui mata penilik sejajar dengan cakrawala sejati.
Cakrawala sejati adalah bidang yang melalui pusat angkasa tegak lurus normal penilik.
Normal lurus adalah garis melalui pusat angkasa tegak lurus terhadap cakrawala setempat dan melalui penilik.
WAKTU

Di bumi ada 4 jenis waktu yang perlu diketahui yaitu:

Waktu menengah setempat

Waktu menengah setempat adalah waktu yang ditunjukkan di daerah bujur dimana penilik berada

Waktu menengah Greenwich

Waktu menengah Greenwich adalah waktu penengah yang ditunjukkan pada bujur 00 (GMT)

Waktu menengah standard

Waktu menengah standard adalah waktu yang berlaku pada wilayah suatu Negara tertentu.

Contoh: Di Indonesia → WIB,WITA,WIT

Waktu Zone

Waktu Zone adalah waktu yang ditunjukkan pada derajat pertengahan dari daerah waktu tertentu yang dimulai dari daerah waktu 00 (antara bujur 7½0 B s/d 7 ½0 T)
Dalam navigasi astronomi digunakan waktu Zone dan GMT

Jenis muatan kapal sangat beraneka ragam mulai A-Z semua bisa diangkut, Demi tercapainya suatu kondisi kwalitas yang baik maupun menjaga kwalitas muatan sehingga sama dengan keadaannya pada waktu muatan itu diterima di kapal maka harus lah kita mengenal betul sebelumnya akan sifat-sifat dari muatan. Muatan-muatan yang diangkut di kapal dapat dibagi dalam golongan-golongan besar menurut sifat-sifatnya (kwalitasmya) yaitu Muatan Basah ( Wet Cargo), Muatan Kering ( Dry Cargo ), Muatan Kotor / Berdebu ( Dirty / Dusty Cargo ), Muatan Bersih ( Clean Cargo ), Muatan Berbau (Odorous Cargo ), Muatan Bagus / Enak ( Delicate Cargo), dan Muatan Berbahaya.
1. Muatan Basah Kapal ( Wet Cargo )
Muatan basah itu adalah muatan-muatan cair yang disimpan di botol-botol, drum-drum, sehingga apabila tempatnya pecah/bocor akan membasahi muatan-muatan lainnya. Contoh : susu, bier, buah-buahan dalam kaleng, cat-cat, minyak lumas, minyak kelapa dan lain sebagainya.
2. Muatan Kering Kapal( Dry Cargo )
Muatan kering kapal adalah muatan-muatan kering yang rusak bila basah , misalnya :
  • Muatan-muatan ini tidak merusak jenis muatan lain
  • Mudah dirusak oleh muatan lain
  • Muatan kering ini harus dipisahkan terhadap muatan basah dalam palka tersendiri
  • Dalam satu palka, pemuatan muatan kering haruslah diatas dan muatan basah dibawah.

Contoh jenis muatan tepung, beras, biji-bijian, bahan-bahan pangan kering, kertas rokok dalam bungkusan, kopi, teh, tembakau dan lain sebagainya.

3. Muatan Kotor Kapal/ Berdebu ( Dirty / Dusty Cargo )
Muatan kotor / berdebu antara lain semen, biji timah, arang, dan lain sebagainya. Muatan ini menimbulkan debu yang dapat merusakjenis barang lain terutama muatan bersih. Setelah dibongkar muatan ini selalu meninggalkan debu atau sisa yang perlu dibersihkan. Dalam pemuatan perlu dipisahkan terhadap muatan lainnya bahkan dipisahkan terhadap sesama golongannya sendiri.
4. Muatan Bersih Kapal ( Clean Cargo )
Muatan bersih kapal ini tidak merusak muatan lain dan tidak meninggalkan debu atau sisa yang perlu dibersihkan setelah di bongkar. Tidak merusak jenis barang lain. Contoh : sandang, benang tenun, perkakas rumah tangga (piring, mangkok, gelas), barang-barang kelontong.
5. Muatan Berbau Kapal ( Odorous Cargo )
Jenis muatan ini dapat merusak / membuat bau jenis barang lainnya, terutama terhadap muatan seperti teh, kopi, tembakau dll., maupun dapat pula merusak sesama golongannya sendiri. Contoh : kerosin, terpentin, amoniak, greasy wool, crade rubber, lumber (kayu), ikan asin dll.
6. Muatan Bagus / Enak ( Delicate Cargo)
Yang termasuk dalam golongan ini adalah golongan muatan yang pada umumnya terdiri dari bahan-bahan pangan. Jenis barang ini dengan mudah dapat dirusak oleh barang-barang yang mengandung bau, muatan basah dan muatan kotor / berdebu. Contoh : beras, tepung, teh, tepung terigu, susu bubuk dalam plastik, tembakau, kopi.
7. Muatan Berbahaya
Jenis barang ini adalah golongan muatan yang mudah menimbulkan bahaya ledakan ( explosif ) maupun kebakaran. Pemuatan / pemadatan muatan ini haruslah ditempatkan yang tersendiri dan pemuatannya harus sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam buku petunjuk yaitu blue book.
Contoh : dinamit, mesin, kepala peluru, black powder, fire works, gasoline, carbon disulfide, korek api, film dll.
Terdapat jenis barang-barang yang digolongkan sebagai muatan yang bersifat netral artinya bahwa muatan yang tidak rusak / dapat dirusak oleh muatan-muatan lainnya, seperti : rotan, bambu, kayu balok, timah, muatan dalam container dll
Dalam kasus pengaturan muatan kapal kita harus berpegang pada rules yang berlaku, Salah satu contoh kejadian yang pernah saya baca terjadi kecelakaan kapal di akibatkan jenis muatan kapal yang berbahaya, dan tidak tanggung-tanggung kecelakaan kapal ini menyebabkan 2.000 orang meninggal dunia. dan banyak juga terjadi kecelakaan kapal yang di akibatkan oleh kelebihan muatan kapal

Menghitung Anoda korban pada kapal

Posted: August 21, 2012 in Deck Dept
Seperti janji saya yang kemarin hari ini saya akan posting tentang cara menghitung anoda korban pada kapal tapi sebelum kita menghitung anoda korban kapal ada baiknya kita tau cara menghitung laju korosi.  laju korosi sendiri dapat di hitung dengan berbagai metode (kemaren waktu ngerjain skripsi saya pake metode kehilangan berat)
Dalam hal ini perlu memperhitungkan luas relatif dari anoda dan katoda, karena apabila anoda telah terkorosi habis maka katoda akan segera terkorosi. Jadi laju korosi anoda harus diperhitungkan untuk memperkirakan penggantian anoda. Parameter untuk menghitung laju korosi adalah keluaran arus per satuan luas permukaan terbuka yang juga disebut laju pengausan (wastage). Juga dinyatakan dengan laju hilangnya logam dalam satuan volume maupun satuan masa perluas permukaan per tahun. Dalam perlindungan korosi dengan metode anoda korban ini, laju korosi dapat dinyatakan sebagai berikut
Cr = (K.W)/(D.A.T)
dimana :
CR = Laju korosi (mm/th)
W = Massa yang terkorosi (gram)
A = Luas tercelup (cm2)
K = 8.76 x 104
T = Waktu (jam)
D = Densitas (gram/cm3)
Perhitungan Kebutuhan Anoda Korban kapal
Luas permukaan basah (wetted surface area) merupakan rancang bangun luas permukaan lambung kapal yang tercelup di dalam air laut sangatlah diperlukan, untuk menentukan berapa banyak anoda yang diperlukan, tempat peletakan anoda korban, dan lain sebagainya.
langkah-langkah perhitungan kebutuhan anoda kapal secara garis besar yaitu sebagai berikut :
  1. Perhitungan permintaan arus (Ic)
  2. Perhitungan masa anoda korban
  3. Kemampuan material anoda korban
  4. Faktor guna anoda korban (u)
  5. Perhitungan arus keluar

Sebagai bahan referensi saya sempat download dan mudah-mudab bisa membatu anda,filenya format pdf kapasitas 1,5 mb. silahkan anda download cara menghitung anoda korban kapal klik DISINI 

Anoda Korban pada kapal

Posted: August 21, 2012 in Deck Dept
Anoda korban kapal merupakan proteksi katodik yang di gunakan untuk melindungi pelat baja kapal dari serangan korosi pada kapal. Ada dua jenis proteksi katodik, yaitu dengan metoda anoda korban (sacrificial anode) dan dengan metoda arus tanding (impressed current). Anoda korban relatif lebih murah, mudah dipasang bila dibandingkan dengan metoda arus tanding. Keuntungan lainnya adalah tidak diperlukannya peralatan listrik yang mahal dan tidak ada kemungkinan salah arah dalam pengaliran arus.
Barangkali yang paling sederhana untuk menjelaskan cara kerja proteksi katodik dengan anoda korban adalah menggunakan konsep tentang sel korosi basah seperti. Kaidah umum dari sel korosi basah adalah bahwa dalam suatu sel, anodalah yang terkorosi, sedangkan yang tidak terkorosi adalah katoda. Anoda-anoda yang dihubungkan ke struktur dengan tujuan mengefektifkan perlindungan terhadap korosi dengan cara ini disebut anoda korban (sacrificial anodes). Kita dapat memanfaatkan pengetahuan mengenai deret galvanik untuk memilih suatu bahan yang akan menjadi anoda. Anoda korban yang biasa digunakan di lingkungan pantai diantaranya adalah seng dan aluminium.
gambar cara kerja anoda korban
Sel korosi basah sederhana
Perlindungan yang akan diberikan oleh seng akan luar biasa seandainya logam tersebut dapat dilarutkan dengan laju yang kurang-lebih konstan. Seng murni yang tersedia di pasaran, terkorosi di air laut sambil membentuk selapis kulit kedap air yang sangat membatasi keluaran arusnya. Diantara bahan-bahan pengotor : besi, tembaga dan timbal; yang paling menimbulkan efek merusak pada anoda adalah besi. Kelarutannya dalam seng sedemikian rendah (<0.0014%) sehingga apabila berlebih maka kelebihan-kelebihan itu akan berupa partikel-partikel terpisah. Hal ini pada gilirannya akan membentuk sel galvanik lokal yang menghasilkan suatu lapisan seng hidroksida/seng karbonat yang tidak dapat larut dan tidak menghantarkan listrik; yang akhirnya menjadikan anoda tidak efektif
Dalam keadaan normal aluminium mengalami korosi sumuran dalam air laut diakibatkan oleh lapisan oksida yang bersifat katodik yang selalu membungkus logam itu ketika masih berada di udara bebas. Unsur paduan yang ditambahkan dapat mencegah terbentuknya selaput oksida yang merata, merekat erat dan protektif sehingga kegiatan galvanik terus berlangsung. Dengan tujuan inilah orang mengembangkan paduan aluminium yang menggunakan seng dan air raksa atau seng dan indium. Paduan aluminium mempunyai nisbah daya listrik/berat yang lebih besar dibandingkan dengan paduan seng dan penggunaan paduan aluminium mulai menggantikan penggunaan seng dalam beberapa penerapan khususnya pada industri lepas pantai.
Anoda korban yang dianjurkan untuk dipakai pada kapal berdasarkan Biro Klasifikasi Indonesia dalam Regulation for the Corrosion Protection and Coating System dapat di lihat pada gambar berikut.
Jenis anoda korban pada kapal menurut rulus BKI

Standard Bulk Cargo Liquefaction

Posted: August 21, 2012 in Deck Dept
The Standard Club’s loss prevention programme is focused on best practice to help avert claims that are avoidable. In our commitment to safety at sea, and to the prevention of accidents, casualties and pollution, the club issues a variety of safety-related publications. This edition of Standard Cargo focuses on a subject that has been highlighted by a number of bulk carrier ship sinkings: cargo liquefaction. In 2010, the majority of bulk carrier deaths were attributed to cargo liquefaction. This Standard Cargo has an emphasis on iron ore fines from India and nickel ore from Indonesia and the Philippines, but the advice in it is also applicable to other cargos susceptible to liquefaction. The issue of liquefaction affects bulk carriers of all sizes, but liquefaction can affect all ships carrying bulk ores including dry general cargo ships that load parcels of bulk cargo. Cargo liquefaction has been of concern to seafarers for over a century, and it is shocking to find it reappearing to cause loss of seafarers’ lives once more.
The carriage of bulk mineral ore has become a focal point after the recent loss in 2010 of three bulk carriers within 40 days, resulting in the deaths of 40 seafarers. The third ship lost, the Hong Wei carrying 40,000 tonnes of nickel ore, sank with the loss of 10 crew. The loss of these ships is believed to have been associated with liquefaction of the cargo, with excessively high moisture content (referred to as MC) in excess of its transportable moisture limit (commonly referred to as TML). All three ships loaded nickel ore in Indonesia. It is known that at least two other ships have had serious incidents, where the ship developed an angle of loll and had to be escorted to the discharge port or beached. There may well be other incidents that have not been reported.
There have also been recent losses of ships (two in 2009) after loading iron ore fines in India, again suffering liquefaction of the cargo. Masters, ship’s officers and chartering managers should understand the dangers of liquefaction of certain cargos – usually wet mineral ore fines, but also other cargos such as coal slurry and wet sand.
The International Association of Dry Cargo Shipowners (INTERCARGO) issued a news release calling on shipowners and cargo interests to review their testing and safety procedures in shipping such cargo (a copy of the news release can be found at http://www.intercargo.org). The International Group of P&I Clubs have also released circulars to their members warning of the dangers associated with the carriage of iron ore fines and nickel ore, and this can be found on the Standard Club website at http://www.standard-club.com/KnowledgeCentre. In 2009, two bulk carriers, the Asian Forest and the Black Rose sank while carrying iron ore fines during the monsoon season. The Indian Directorate General of Shipping (DGS) investigated the sinking’s and concluded that the cause was liquefaction as a consequence of excessive moisture in the cargo. In August 2010 the Indian DGS issued its Merchant Shipping Notice No.9 titled Safe loading, stowage, carriage and discharging of iron ore fines on ships from Indian Ports in fair and foul season (a copy of this notice can be found at http://www.dgshipping.com). However the notice focuses primarily on the duties of the master, when in fact the problem rests as much if not more with the shipper (and the authorities) for not complying with their legal obligation under the International Maritime Solid Bulk Cargoes (IMSBC) Code to supply the correct information, such as the moisture content, transportable moisture limit, and flow moisture point (commonly referred to as FMP).
Masters must clearly understand the whole subject, and should have the support of the company and charterer when making a decision in the interests of safety. Although the Notice issued in India deals with the ramifications of oil pollution and wreck removal as a result of ships capsizing, the issue is primarily one of seafarer safety. Loss of life resulting from cargo carriage is at stake.
The Notice however makes some important points:
  1. shipper to provide the master with appropriate cargo information as stated within the IMSBC Code, in advance of loading iron ore fines.
  2. port authority to ensure shipper provides current cargo information such as moisture content, transportable moisture limit, flow moisture point and cargo density
  3. masters to verify moisture content before loading (e.g. appointed ship’s surveyor taking cargo samples and analysing them)
  4. master to use his authority under International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS) to stop loading when necessary
  5. master to report to the competent authority as well as his owner/manager and local P&I correspondent if the shipper or port terminal does not provide the proper information and is not co-operating, thereby posing a safety threat to the ship

Draft Muatan Kapal

Posted: August 21, 2012 in Deck Dept
Draft Muatan Kapal adalah suatu seri angka-angka yang diterakan atau dilekatkan (bisa dilas/welding atau hanya dicat saja) di lambung kapal sebelah kanan dan kiri pada bagian depan atau haluan, dibagian tengah atau midship dan dibagian belakang atau buritan, dimana angka-angka tersebut menunjukan kedalaman bagian kapal yang masuk ke dalam air laut atau sungai.Zaman dahulu draft kapal menggunakan sistem peneraan imperial dengan satuan inchi dan angka romawi, namun saat ini telah disepakati berlakunya Metric System dengan peneraan angka latin.

Dengan draft kapal yang diterakan dalam satuan metric, draft mark diterakan dengan satuan cm (centi meter), setiap angka draft mark berseling jarak 20 cm dengan tinggi tiap-tiap angka 10 cm dan tebal angka biasanya 2 cm dan satuan berat total muatannya dalam Metric Tons, gambar dibawah adalah contoh draft mark kapal tersebut :

Untuk anda ketahui juga dalam satuan imperial, draft mark kapal diterkan dalam satuan feet atau inchi, dengan tinggi angak 6” dan lebar garis 1”, seperti gambar dibawah ini :

Cara perhitungan Draft Survey Kapal sering juga disebut metode perhitungan tidak langsung karena kita tidak dapat langsung mengetahui hasilnya sebab harus melalui beragam koreksi dengan perhitungan-perhitungan yg cukup rumit.Urutan pekerjaan draft survey kapal adalah sebagai berikut :

  1. Membaca Draft Kapal
  2. Mengambil Berat Jenis air (Density Air) dimana kapal mengapung
  3. Menghitung deductible weight, berat barang-barang di atas kapal selain muatan.
  4. Membaca table dan data kapal yg diperlukan dalam perhitungan ini.
  5. Menghitung Draft Survey atau Draught Survey itu sendiri.
Dalam tahapan-tahapan pekerjaan tersebut diatas harus juga diperhatikan factor-faktor yg dapat menyebabkan perhitungan draft survey menjadi tidak akurat, diantara ;
  1. Faktor Cuaca, termasuk tinggi alur dan ombak diperairan tersebut.
  2. Usia Kapal
  3. Human Error, menjadi faktor paling dominan dalam kesalahan perhitungan.
  4. Kerjasama dengan crew kapal juga menentukan keakuratan perhitungan.
  5. Mempelajari dokumen kapal yg dipakai dalam perhitungan dan dapatkan informasi terkini tentang kondisi kapal tersebut, seperti Bibliography book, atau hydrostatic table dan sounding table/tank capacity curve.
  6. Dalam melakukan pengukuran cairan-cairan lain yang ada diatas kapal seperti fresh water,Ballast waterFuel oil, diesel oil, Lubrication oil, Hydrolic oil dan lainnya harus akurat.
  7. Pastikan mengukur density air perairan dan ballast serta Density dengan teliti dan alat yg terkalibrasi, untuk density bahan bakar bias berdasarkan informasi dari tanda pengisian terakhir kali kapal tersebut.
  8. dan hal-hal non teknis

Sumber 

Demikian postingan kapal cargo blog setelah sekian lama tidak posting lagi, mudah-mudahan kita dapat mengambil manfaat dari postingan Draft Muatan Kapal